Archive for January 2013
The Kingdom of Ravensaga
By : Alfian Mulya Rachmandany
Raven Saga adalah nama kelas untuk kelas XI IPA 3 di SMAN 3 Magelang. Kepanjangannya adalah paRA eleVEN Sebelas ipA tiGA (Itu bukan tulisan alay, saya anti-alay). Nama itu merupakan hasil pemikiran 1 kelas (Ya butuh 1 kelas untuk mikirin nama kelas). Raven Saga terletak di lantai atas bersebelahan dengan perpustakaan. Walaupun sering nyetel musik yang keras2 gak karuan, sampai sekarang belum pernah ditegor petugas perpustakaan. Kelas Raven Saga merupakan kelas no.1 di atas dan tidak mempunyai saingan yang selevel. Isinya banyak yang gak normal. Ya mungkin itu saja yang bisa saya ucapkan, untuk lebih lanjut silahkan hubungi ketua kelas atau siapapun selain saya (mau nenek anda juga silahkan).
Wali Kelas:
Bu Dyah Nugraheni, S.Pd
Ketua Kelas:
![]() |
Wakil Ketua:
![]() |
| Ryo Gunawan A. |
Sekretaris:
![]() |
| Anita Sari |
![]() |
| Danang Wahyu N. |
Bendahara:
![]() |
| Annisa Ratry Aprillia |
![]() |
| Citra Indriastuti |
Pasukan:
![]() |
| Alfian Mulya R. |
![]() |
| Dini Kardiana S. |
![]() |
| Erhan Yusuf W. |
![]() |
| Eri Darmayanti |
![]() |
| Fuat Akrom |
![]() |
| Hannifah F. |
![]() |
| Imbang Sri W.W. |
![]() |
| Karentia P.R. |
![]() |
| Listyowati |
![]() |
| Magista Bella P. |
![]() |
| Lita Aprillia |
![]() |
| Moch Ari S. |
![]() |
| Narotama |
![]() |
| Natasha C.S. |
![]() |
| Nega Ikitara S. |
![]() |
| Nia Handayani |
![]() |
| Nurlatif Dalhariawan |
![]() |
| Rachmadilla Amida Y. |
![]() |
| Rany Kurniawati |
![]() |
| Ratna Ramadhan |
![]() |
| Rurin Yutri R. |
![]() |
| Shadia Marcellea S. |
![]() |
| Siti Nurkhayati |
![]() |
| Ulfa Nur R. |
![]() |
| Woro Indra K. |
![]() |
| Ziadatu Rizka R. |
Tag :
Others
,
Rangkuman Singkat Mater Larutan Buffer
By : Alfian Mulya Rachmandany
Berikut adalah salah satu rangkuman materi Larutan Buffer yang saya dapat dari internet, monggo dipelajari. :D :D
Larutan buffer adalah:
a. Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut.
Contoh:
- CH3COOH dengan CH3COONa
- H3PO4 dengan NaH2PO4
Contoh:
- CH3COOH dengan CH3COONa
- H3PO4 dengan NaH2PO4
b. Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut.
Contoh:
- NH4OH dengan NH4Cl
Contoh:
- NH4OH dengan NH4Cl
Sifat larutan buffer:
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.
CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER
1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus:
[H+] = Ka. Ca/Cg
pH = pKa + log Ca/Cg
dimana:
Ca = konsentrasi asam lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Ca = konsentrasi asam lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh:
Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan !
Ka bagi asam asetat = 10-5
Ka bagi asam asetat = 10-5
Jawab:
Ca = 0.01 mol/liter = 10-2 M
Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M
Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M
pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2 = 5 + 1 = 6
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:
[OH-] = Kb . Cb/Cg
pOH = pKb + log Cg/Cb
dimana:
Cb = konsentrasi base lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Cb = konsentrasi base lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH4OH dengan 0.1 mol HCl ! (Kb= 10-5)
Jawab:
NH4OH(aq) + HCl(aq) ® NH4Cl(aq) + H2O(l)
mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH4OH sisa = 0.2 – 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol
Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka campurannya akan membentuk Larutan buffer.
mol NH4OH sisa = 0.2 – 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol
Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka campurannya akan membentuk Larutan buffer.
Cb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5
Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5
pH = 14 – p0H = 14 – 5 = 9
(Sumber: www.chem-is-try.org)
Sekian rangkuman singkat mengenai Larutan Buffer. Untuk lebih jelasnya bisa dicari di buku paket atau konsultasi ke guru kimia terdekat. Arigatou Gozaimasu (^_^)/
Reaksi Penetralan/Penggaraman Asam Basa
By : Alfian Mulya Rachmandany
Dari televisi, Anda sering melihat iklan yang menggambarkan bagaimana efektifnya antasid (obat maag) dalam menetralkan asam lambung. Apa yang dikandung obat-obatan antasid tersebut? Ternyata obat-obatan tersebut mengandung basa, karena hanya basa yang dapat menetralkan pengaruh asam. Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi satu sama lain. Reaksi asam dan basa merupakan pusat kimiawi sistem kehidupan, lingkungan, dan proses-proses industri yang penting. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka sebagian dari ion H3O+ asam akan bereaksi dengan sebagian ion OH- basa membentuk air.
Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Persamaan diatas hanya memperhitungkan sebagian ion-ion yang ada dalam larutan. Apakah yang terjadi dengan ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk itu mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk endapan.
Jadi reaksi asam dengan basa disebut juga penggaraman, karena:

Persamaan berikut menunjukkan apa yang terjadi pada semua ionion selama terjadi reaksi penetralan atau reaksi penggaraman.

NaCl adalah garam yang mudah larut dalam air. Jadi ion-ion Na+ dan Cl- tetap dalam larutan. Apabila larutan itu diuapkan akan di dapat kristal natrium klorida (NaCl). Untuk melihat proses pembentukan NaCl perhatikan Gambar 16 berikut.



Tujuan dari titrasi adalah menentukan konsentrasi larutan seperti HCl, menggunakan larutan NaOH yang konsentrasinya tidak diketahui. Tahap-tahap titrasi berdasarkan Gambar 17, asumsikan masing-masing larutan 1 L (a). Kemudian mengambil 25 mL larutan HCl dengan
menggunakan pipet seukuran (pipet gondok) (b) dan memasukkan pada tabung erlenmeyer (c), ditambahkan 2 tetes indikator. Indikator menunjukkan reaksi dengan adanya perubahan warna, bila titik akhir telah dicapai. Titik akhir reaksi menunjukkan bahwa mol pereaksi sama dengan mol hasil reaksi. Hal ini menandakan bahwa titrasi telah selesai.
Jadi reaksi asam dengan basa disebut juga penggaraman, karena:
Persamaan berikut menunjukkan apa yang terjadi pada semua ionion selama terjadi reaksi penetralan atau reaksi penggaraman.
NaCl adalah garam yang mudah larut dalam air. Jadi ion-ion Na+ dan Cl- tetap dalam larutan. Apabila larutan itu diuapkan akan di dapat kristal natrium klorida (NaCl). Untuk melihat proses pembentukan NaCl perhatikan Gambar 16 berikut.
Tujuan dari titrasi adalah menentukan konsentrasi larutan seperti HCl, menggunakan larutan NaOH yang konsentrasinya tidak diketahui. Tahap-tahap titrasi berdasarkan Gambar 17, asumsikan masing-masing larutan 1 L (a). Kemudian mengambil 25 mL larutan HCl dengan
menggunakan pipet seukuran (pipet gondok) (b) dan memasukkan pada tabung erlenmeyer (c), ditambahkan 2 tetes indikator. Indikator menunjukkan reaksi dengan adanya perubahan warna, bila titik akhir telah dicapai. Titik akhir reaksi menunjukkan bahwa mol pereaksi sama dengan mol hasil reaksi. Hal ini menandakan bahwa titrasi telah selesai.
Larutan NaOH diletakkan dalam buret (d). Lalu proses titrasi dilakukan dengan cara membuka kran buret dan meneteskan setetes demi tetes (e). Jika telah terjadi perubahan warna berarti titik akhir telah tercapai. Jumlah mol HCl sama dengan jumlah mol NaOH dengan reaksi:

Selanjutnya kita dapat menghitung konsentrasi larutan HCl. Volume larutan NaOH dibaca dalam buret awal dan akhir titrasi. Lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut.
Selanjutnya kita dapat menghitung konsentrasi larutan HCl. Volume larutan NaOH dibaca dalam buret awal dan akhir titrasi. Lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut.
Contoh Soal 1
Hitung konsentrasi larutan HCl bila konsentrasi larutan NaOH 1,500 M, volume larutan HCl 25,00 mL, pembacaan buret awal adalah 1,42 mL, dan buret akhir 46,10 mL.
Penyelesaian Volume larutan NaOH adalah 46,10 mL – 1,42 mL = 44,68 mL, maka
jumlah mol NaOH =

jumlah mol NaOH =
(Sumber: www.chem-is-try.org)
Termi kasih sudah mengunjungi walaupun kebanyakan isinya gak bermutu. Arigatou Gozaimasu (^_^)/
Termi kasih sudah mengunjungi walaupun kebanyakan isinya gak bermutu. Arigatou Gozaimasu (^_^)/
Rangkuman Redoks
By : Alfian Mulya Rachmandany
Okeh ..., untuk postingan yang pertama ini, saya akan memposting tentang rangkuman materi Reaksi Reduksi dan Oksidasi. Untuk kalian - kalian yang kesusahan, bisa mungkin coba materi ini. Bisa saja materi ini membantu pembelajaran anda semua :) :)
Overview:
Materi Reaksi Reduksi-Oksidasi merupakan materi Kimia yang diberikan kepada siswa SMA/MA kelas X di semester 2. Materi ini diberikan setelah siswa menguasai materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Pertanyaan ke-1:
Apa sih yang dimaksud dengan Reaksi Reduksi dan Oksidasi?
|
Jawab:
Reaksi Reduksi dan Oksidasi mempunyai 3 jenis definisi.
|
Tanya:
Apa aja tuh?
|
Jawab:
Nih! Yang ke:
1. berdasarkan atom oksigen (O)
Reduksi adalah spesi yang kehilangan atom O-nya
Oksidasi adalah spesi yang bertambah atom O-nya
reaksi:
Fe2O3 + C à Fe + CO2
jadi:
Fe2O3 à Fe
(Fe dari Fe2O3 mengalami reduksi, awalnya punya 2 atom O dan akhirnya tidak ada atom O)
C à CO2
(C mengalami oksidasi, awalnya tidak punya O dan akhirnya punya 2 atom O)
2. berdasarkan elektron
Reduksi adalah spesi yang menerima elektron (elektron ada di bagian kiri)
Oksidasi adalah spesi yang melepas elektron (elektron ada di bagian kanan)
reaksi:
Fe2+ + 2e- à Fe
(Fe2+ mengalami reduksi, elektron ada di sebelah kiri)
Cu à Cu2+ + 2e-
(Cu mengalami oksidasi, elektron ada di sebelah kanan)
3. berdasarkan biloks (bilangan oksidasi)
Reduksi adalah spesi yang mengalami penurunan biloks
Oksidasi adalah spesi yang mengalami penambahan biloks
reaksi:
jadi:
Zn mengalami oksidasi, biloks naik dari 0 ke +2
Atom H dari HCl, biloks turun dari +1 ke 0
|
Pertanyaan ke-2:
Lalu, ada istilah reduktor dan oksidator, apa lagi itu?
|
Jawab:
ü Reduktor atau pereduksi adalah senyawa yang menyebabkan senyawa lain mengalami reduksi (dia sendiri mengalami oksidasi)
ü Oksidator atau pengoksidasi adalah senyawa yang menyebabkan senyawa lain mengalami oksidasi (dia sendiri mengalami reduksi)
contoh:
jadi:
Zn sebagai pereduksi/reduktor
HCl sebagai pengoksidasi/oksidator
|
Pertanyaan ke-3:
Ada tidak yah? Satu atom mengalami dua peristiwa sekaligus (mengalami reduksi dan juga oksidasi)?
|
Jawab:
Ada, itu yang dikenal dengan reaksi autoredoks atau disproporsionasi
|
Bisa diperjelas!
|
Jawab:
Reaksi autoredoks atau disproporsionasi adalah reaksi redoks di mana satu unsur/atom mengalami reaksireduksi dan oksidasi sekaligus
Contoh:
Jadi:
Cl mengalami reduksi dan oksidasi
Tapi, reaksi autoredoks atau disproporsionasi bukan hanya seperti reaksi di atas. Dapat juga seperti reaksi di bawah ini:
Kalau reaksi pertama 1 menjadi 2, sedangkan pada reaksi kedua 2 menjadi 1.
|
Pertanyaan ke-4:
Apa sih penerapan reaksi reduksi-oksidasi (redoks) ini dalam kehidupan sehari-hari?
|
Jawab:
1. Pengolahan limbah (dengan lumpur aktif)
Prinsipnya dengan mengoksidasi bahan-bahan limbah (organik maupun non organik) dengan bantuan mikrookganisme (Escherichia coli, Enterobacter, Sphaerotilus natans, Beggatoa, Achromobacter, Fla-vobacterium, dan Pseudomonas) agar lebih mudah diolah lebih lanjut.
2. Sel Volta
Merupakan sumber energi listrik siap pakai (seperti: baterai dan accumulator)
(Sumber: www.pojokimia.net) |
Sekian rangkuman redoksnya. Kalau misalnya masih ada yang bingung bisa dikonsultasikan ke guru kimi terdekat. Arigatou Gozaimasu (^_^)/




































